Tuesday, June 6, 2017

Kronologi Dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan La 1992 – Tumpuan Konflik Sara

 Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde B Kronologi dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA


Sepuluhdaftarsaya.blogspot.com – Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde Baru semakin menyedihkan. Puncaknya terjadi semenjak PILPRES 2014 kemarin. Di mana kubu-kubu politik membawa identitas suku dan agama untuk menjaring simpati dari massa. Sayangnya masih banyak kawan-kawan sebangsa kita yang tergoda oleh info ini. Itulah mengapa saya tertarik untuk menciptakan artikel LA Riot 1992 sebagai teladan konflik SARA atau konflik ras di negara Adi Daya (Amerika Serikat) yang cukup memakan korban jiwa dan harta.


Semoga dengan membaca artikel ini, kita semua menyadari bahayanya Konflik Ras, Agama atau apapun itu. Aamiin.

Kasus SARA yang bermula dari kejadian ‘sepele’ ini berubah drastis menjadi Konflik SARA atau Konflik Ras dalam waktu yang tidak begitu lama, sebab serentetan tindakan tidak professional dari beberapa penegak aturan dan pejabat yang berwenang.




Berhubung artikel tidak mengecewakan panjang, untuk memudahkan pembaca SepuluhDaftarSaya saya tampilkan Daftar Isi dari artikel ini.

Daftar Isi


A. Kronologis Konflik SARA Los Angeles 1992
  1. Kejadian Awal – 3 Maret 1991
  2. KTLA Menayangkan Video Pemukulan – 4 Maret 1991
  3. Rodney King dibebaskan – 7 Maret 1991
  4. Keempat polisi didakwa – 15 Maret 1991
  5. 17 Polisi Dibebaskan dari Dakwaan – Sepuluh Mei 1991
  6. Sidang Pindah ke Simi Valley – 26 November 1991
  7. Pengadilan Memutuskan Ke-4 Polisi Tidak Bersalah – 29 April 1992
  8. Konflik SARA Bermula – 29 April 1992
B. Sepuluh Fakta Penting Konflik Ras Los Angeles 1992

Kronologis Konflik SARA di Los Angeles 1992


1. Kejadian Awal – 3 Maret 1991


Kasus SARA ini diawali dengan insiden pemukulan Rodney King – seorang pengendara kendaraan beroda empat keturunan Afro Amerika, oleh sekelompok polisi LAPD (Los Angeles Police Department) pada 3 Maret 1991. Beliau ditangkap sehabis proses pengejaran kendaraan beroda empat yang terjadi sesaat sebelumnya.

Kejadian pemukulan tersebut direkam oleh George Holliday dari balkon apartemen miliknya di Lake View Terrace.


Di video tersebut tampak 4 orang polisi menendang dan memukuli Rodney dengan tongkat polisi (baton), sementara beberapa polisi lainnya hanya menonton kejadian ini berlangsung. Dikatakan Rodney mendapatkan lebih dari 50x pemukulan.

2. KTLA menayangkan video pemukulan – 4 Maret 1991


Keesokan harinya video ini ditayangkan di KTLA, sebuah stasiun TV yang beroperasi di Hollywood.
Ini videonya.


3. Rodney King dibebaskan – 7 Maret 1991


Rodney dibebaskan 4 hari lalu tanpa ada tuduhan dilayangkan kepada beliau.

4. Keempat polisi didakwa – 15 Maret 1991


Keempat polisi yang terlibat pribadi atas pemukulan dijadikan terdakwa. Mereka ialah Sersan Stacey C. Koon, Laurence M. Powell, Timothy E. Wind dan Theodore J. Briseno.

5. Juri Pengadilan melepaskan 17 polisi lainnya dari segala dakwaan – Sepuluh Mei 1991


Juri pengadilan tetapkan 17 petugas yang menyaksikan pemukulan tanpa melaksanakan apa pun bebas dari segala tuduhan.

6. Hakim Pengadilan Tinggi memindahkan Sidang ke Simi Valley – 26 November 1991


Hakim Pengadilan Tinggi Stanley Weisberg memindahkan lokasi sidang pengadilan ke-4 polisi pelaku pemukulan ke Simi Valley.

Ke-12 juri yang ditunjuk terdiri dari 9 kulit putih, 1 keturunan 2 ras, 1 keturunan Filipina dan 1 Latino/Hispanik. Tiga (3) di antara juri kulit putih pernah bekerja di militer atau paling tidak sebagai tenaga pengaman (satpam). Tidak satupun warga Simi Valley ditunjuk sebagai juri. Hanya jaksa Terry White yang berkulit hitam.

Hal ini menjadi mengambarkan atau sinyal bagi warga kulit gelap (Afro Amerika), bahwa pengadilan akan menghasilkan putusan yang tidak adil bagi mereka.

7. Pengadilan Memutuskan Ke-4 Polisi Tidak Bersalah – 29 April 1992 (pukul 15.15)


Dugaan tersebut menjadi kenyataan pada 29 April 1992.

Ke-empat polisi pelaku pemukulan tetapkan bahwa ke-4 polisi tidak bersalah dan bebas dari segala tuduhan. Juri beranggapan video berdurasi 81 detik yang dijadikan bukti tidak cukup untuk menggambarkan apa yang bahwasanya terjadi kala itu.

8. Konflik SARA LA Riot Bermula – 29 April 1992


Selang beberapa jam sehabis keputusan pengadilan yang tidak adil - paling tidak berdasarkan warga Afro Amerika, timbul percikan atau kerusuhan pertama di Florence dan Normandie (pukul 17.25).

Pukul 18.30 di hari yang sama, massa mulai berkumpul di Parker Center. Kepala Polisi Daryl Gates dengan enteng mengeluarkan pernyataan bahwa polisi sanggup mengatasi keadaan secara professional, tenang dan damai. Lalu ia berangkat meninggalkan Parker Center (Markas Besar LAPD) menuju program makan malam untuk tujuan penggalangan dana. Penggalangan Dana untuk acara melawan perjuangan perubahan undang-undang yang berisikan pembatasan masa kiprah dan kekuasaan seorang kepala polisi.

Pukul 18.45, kamera TV dari helikopter merekam pemukulan supir truk pengangkut kerikil berkulit putih berjulukan Reginald Denny. Korban ditarik dari mobilnya dan dipukul hingga nyaris meninggal dunia.

Korban dipukul dengan watu bata, tabung racun api dan besi yang biasa digunakan untuk mencongkel ban keluar dari pelaknya. Tengkorak Denny lalu diketahui retak pada 91 tempat.


Untungnya ada 4 orang jagoan (2 laki-laki dan 2 wanita) yang menjadi penyelamat beliau. Salah satunya berjulukan Bobby Green Jr. Mereka membawa korban ke RS Daniel Freeman dengan truk 18 roda milik korban, di mana sesampainya di rumah sakit Denny menderita kejang-kejang.

Pukul 19.40, kamera TV kembali merekam pemukulan Fidel Lopez – seorang pekerja konstruksi keturunan Guatemala. Sekerumunan perusuh menarik korban dari pick-up yang ia kendarai. Uang sebesar USD 2.000 yang ia bawa dirampok oleh gerombolan ini.

Damian Williams – yang ada di antara perusuh tadi, yang juga memukul Reginald Denny - memukul kepala Fidel dengan stereo mobil. Sementara perusuh lainnya mencoba memotong pendengaran korban walau tidak terjadi. Setelah Lopez pingsan, para perusuh menyemprotkan tinta hitam ke dada, perut dan kemaluan korban.

Untungnya Pendeta Bennie Newton tiba dan menyelamatkan korban dari penyiksaan lebih lanjut.

Pukul 20.30 malam, Kepala Polisi Daryl Gates gres kembali dan pribadi menuju ke Emergency Response Center.

Pukul 20.45 Walikota Tom Bradley menyatakan keadaan darurat, dan meminta Gubernur Pete Wilson untuk menurunkan 2.000 tentara cadangan dari Garda Nasional ke kota yang dia pimpin.

Pukul 23.00 Walikota Bradley berpidato di depan televisi, bahwa dia akan melaksanakan segala cara untuk menumpas konflik ras ini, untuk menghentikan segala kekerasan yang terjadi.

Pukul 00.15 (30 April 1992), Walikota mengumumkan Jam Malam serta melarang penjualan amunisi dan bensin kecuali untuk kendaraan.

Jam 8 pagi (30 April 1992), 2.000 tentara Garda Nasional tiba di Los Angeles, namun gres diturunkan ke lapangan pada jam 12.00 siang itu. Dikatakan pimpinan polisi lamban dalam mengarahkan Garda Nasional ini bertugas.

Jam 12 Malam (30 April 1992), Walikota Bradley dan Gubernur Wilson meminta aksesori Garda Nasional sehingga total menjadi 6.000 orang. Sekaligus juga meminta pihak militer Amerika Serikat untuk berada dalam status waspada.

Jam 3.00 dini hari 1 Mei 1992, 4.000 orang tentara federal – termasuk anggota marinir, tiba di Tustin dan El Toro. Jam 18.00 hampir seluruh anggota Garda Nasional dikerahkan.

Tentara Untuk Memadamkan Kerusuhan LA 1992 - Sumber: latimes.com

Kerusuhan mereda dengan Pengumuman dari Walikota Bradley pada 3 Mei 1992 pada pukul 11.30 siang yang berisikan Penghentian Jam Malam dimulai semenjak Senin, 4 Mei 1992.

Sepuluh Fakta Penting Kasus SARA LA 1992


Kerusuhan yang terjadi selama 5 hari ini cukup banyak meninggalkan tragedi. Tidak hanya bagi masyarakan kulit gelap dan kulit putih, tapi juga kaum imigran menyerupai warga keturunan Korea.

Berikut Sepuluh Fakta penting konflik SARA LA 1992 yang kami rangkum dari banyak sekali sumber.

1. Di dikala kerusuhan merebak atau tepatnya pada 1 Mei 1992, Rodney King yang menjadi korban pemicu timbulnya konflik ras tampil di muka umum. Beliau memohon untuk segera menghentikan kericuhan. Beliau memohon sambil menangis untuk meminta semuanya kembali bersatu dan berdamai.

 Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde B Kronologi dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA
Rodney King memohon penghentian kerusuhan SARA - Sumber: time.com

Menurut penulis ini cukup tragis. Rodney King – sang korban dari konflik SARA ialah orang yang meminta semua orang berdamai dan bersatu. Padahal ia yang seharusnya paling dendam di antara semuanya.

Sungguh mulia berdasarkan saya. Menurut anda?

2. Jumlah pegawapemerintah keamanan di luar polisi yang diturunkan untuk menangani Konflik Ras ini cukup fantastis. Ada 6.500 anggota Garda Nasional, 1.Sepuluh0 marinir dan 600 tentara angkatan darat. Totalnya sekitar 8.000-an orang.

Kalau penulis menilai, pemerintah federal sangat serius mencegah kerusuhan ini merebak ke daerah-daerah lain, terutama kawasan tetangga.

3. Hubungan Walikota Tom Bradley dan Kepala Polisi Daryl Gates sudah lebih setahun tidak harmonis. Mereka tidak mau berbicara satu dengan lainnya. Tingkah pejabat yang menyerupai ini mengakibatkan relasi antara Kepolisian dan Balai Kota juga tidak akur.

 Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde B Kronologi dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA
Tom Bradley (belakang) dan Daryl Gates (depan); Sumber: gettyimages.com

Pemicu awal relasi tak serasi ialah kejadian pemukulan Rodney King juga.

Selang sebulan sehabis kejadian pemukulan Rodney King, Walikota Bradley berpidato di depan publik. Ia meminta Daryl untuk mundur sebagai Kepala Polisi LA sambil menyampaikan bahwa menolak mundur dari kepolisian telah mencoreng reputasi polisi dan mengakibatkan turunnya iman publik terhadap kepolisian.
Hal ini ia lakukan sehabis seruan mundur secara pribadi ditolak mentah-mentah oleh Daryl.

Daryl pun tak mau kalah, ia menyampaikan jikalau ada 8.300 anggota polisi yang bergantung pada dirinya, sambil menambahkan jikalau 8.300 orang ini diyakininya tak akan mau mengikuti Walikota ke mana pun.

4. Hadiah Perdamaian Nobel Ig Tahun 1992 dianugerahkan kepada Daryl F Gates atas inovasi ‘metoda pemaksaan unik untuk menciptakan orang bersatu’.

Istilah ‘metoda pemaksaan unik menciptakan orang bersatu’ ialah sindiran terhadap apa yang sudah ia lakukan yang berujung pada kerusuhan LA di tahun itu.

Belakangan memang Daryl Gates dianggap turut serta bertanggung jawab atas kerusuhan atau konflik ras ini

Oh ya… bagi yang belum tahu. Ini dia apa itu Hadiah Nobel Ig.

Nobel Ig itu ialah parodi dari Hadiah Nobel. Hadiah ini diberikan setiap demam isu gugur kepada mereka-mereka yang sanggup ‘membuat orang tertawa dan sekaligus berpikir’.

Nobel Ig (dalam Bahasa Inggris: Ig Nobel) ialah plesetan dari kata ‘Ignoble’ yang berarti Tercela, Rendah dan Hina.

5. Menjelang pembacaan putusan pengadilan, Daryl F Gates telah menyiapkan dana 1 juta dollar untuk biaya lembur polisi yang kemungkinan bakal bertugas lewat waktu menjaga keamanan.

Tapi sayangnya di hari dikala pembacaan putusan, dua per tiga pemimpin patroli (berpangkat letnan atau sersan) tidak bertugas sebab mengikuti seminar 3 hari di luar kota.

6. Kerusuhan LA (Los Angeles) ini berpusat di South Central yang dihuni oleh secara umum dikuasai warga kulit gelap (Afro-Amerika) dan Hispanik. Hampir setengah (alias mendekati 50%) pelaku kerusuhan yang ditangkap ialah orang Hispanik.

Orang Hispanik juga ialah jumlah terbanyak ke-3 yang ditemukan meninggal.

Hispanik ialah nama ras yang diberikan kepada bangsa yang pernah dijajah Spanyol atau mempunyai budaya menyerupai Spanyol. Lebih konkretnya Hispanik mengacu kepada ras dari negara Mexico, Kuba, Puerto Riko, Amerika Tengah dan Selatan.

7. Masih ingat dongeng penyiksaan terhadap supir truk berjulukan Reginald Denny dan Fidel Lopez yang saya tulis di atas?

 Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde B Kronologi dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA
Damian Monroe Williams - Sumber: gettyimages.com
Pada 7 Desember 1992, Damian Monroe Williams dinyatakan terbukti bersalah telah menyiksa korban dan beberapa korban lainnya. Beliau dijatuhi sanksi Sepuluh tahun penjara. Dikatakan ini ialah sanksi terlama untuk tindakan penyiksaan dan pemukulan jalanan.

Makara ini bukti bahwa walau dalam kerusuhan massal, pelaku kriminal juga tetap sanggup didakwa.

8. Warga keturunan Korea ialah salah satu ras yang menjadi sasaran konflik SARA ini. Toko, stasiun radio dan perjuangan yang mereka miliki menjadi sasaran amuk massa kala itu. Mereka melindungi rumah dan tempat perjuangan mereka dengan banyak sekali jenis senjata api (shotgun, pistol ataupun senapan semi otomatis).

Hal ini terkait kejadian setahun sebelum kerusuhan terjadi, tepatnya pada 16 Maret 1991 atau 13 hari sehabis kejadian pemukulan Rodney King.

 Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde B Kronologi dan Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA
Latasha Harlins - Sumber: scpr.org
Saat itu Soon Ja Du – seorang pemilik toko menangkap Latasha Harlins – gadis berusia 15 tahun. Du melihat Latasha memasukkan sebotol jus jeruk ke dalam tasnya. Du berkesimpulan bahwa Latasha berusaha mencuri. Du pribadi menangkap sweater yang digunakan Latasha dan berusaha merampas tas punggungnya.

Latasha terkejut dan memukul Du sebanyak 3x yang menciptakan Du jatuh terduduk. Du berdiri dan melempar dingklik ke arah Latasha. Latasha lalu mengambil botol jus jeruk yang terjatuh sebab perkelahian tadi, dan Du kembali menyerang dan merampas botol tersebut.

Latasha pun melangkah ke luar toko, tapi Du yang sedang emosi mengambil pistol dan menembak Latasha dari belakang. Jarak mereka hanya sekitar 1 meter. Peluru mengenai belahan belakang kepala Latasha. Latasha pun meninggal di tempat.

Yang paling menyedihkan, dikala polisi tiba di TKP, di dalam genggaman tangan Latasha ditemukan uang USD 2. Keras dugaan ini ialah uang yang ia siapkan untuk membayar jus jeruk tadi.

Di pengadilan Du 'hanya' dieksekusi denda USD 500 ditambah sanksi percobaan selama 5 tahun serta 400 jam pelayanan/pengabdian masyarakat.

Hal ini menciptakan masyarakat kulit gelap geram kala itu. Dan banyak pendapat bahwa kejadian ini ialah salah satu pemicu konflik ras kala itu.

9. Pada 19 April 1994, Rodney King menuntut ganti rugi dari Kota Los Angeles atas kejadian pemukulan yang ia alami. Ia menuntut dibayar USD 1 juta untuk setiap pukulan yang ia terima, dengan total USD 56 juta.

Pengadilan Negeri Los Angeles mengabulkan tuntutan tersebut dengan nilai USD 3.8 juta.

Rodney King juga mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar USD 15 juta atas tindakan absolut dari Kepolisian LA. Putusan pengadilan pada 1 Juni 1994 tidak mengabulkan tuntutan ini.

Sepuluh. Dari kerusuhan Konflik SARA selama 5 hari tersebut, lebih dari 60 orang meninggal dunia. Delapan (8) di antaranya meninggal di tangan polisi dan 2 orang di tangan militer. Selain korban meninggal, ada sekitar 2.000 korban luka.

Ada 3.600 kejadian kebakaran yang menghanguskan sekitar 1.Sepuluh0 bangunan. Setiap menit minimal ada satu telpon kebakaran diterima Pemadam Kebakaran.

Toko di South Central, Los Angeles yang terbakar - Sumber : latimes.com

44 orang lainnya meninggal jawaban pembunuhan yang dianggap terkait dengan konflik atau kasus SARA ini. Di penghujung tahun 1992, disebut ada 1.096 pembunuhan.

Tahun 1992 disebut-sebut sebagai tahun paling berbahaya dan paling mematikan di Los Angeles.

Penjarahan juga banyak terjadi, dan yang menjadi sasaran utama ialah toko yang dimiliki oleh warga keturunan Korea atau warga berdarah Asia lainnya.


Oh ya… aksesori informasi aja nih. Rodney King pada 17 Juni 2012 telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ia ditemukan meninggal karam di dalam kolam renang di rumahnya di Rialto, California.

Semoga konflik ras atau konflik SARA tidak akan pernah terjadi lagi, terutama di Indonesia. Semoga kita semua lebih pintar dan bijak dalam bertindak dan berucap, terutama di media sosial.



Sebagai epilog penulis berharap bahwa artikel Sepuluh Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 ini sanggup menjadi teladan betapa bahayanya Konflik Ras (dan tentu saja Konflik Agama) bagi kehidupan kita semua sebagai bangsa. Saya berdoa agar kerusuhan atau kasus SARA menyerupai ini tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Semoga pembaca turut meng-amini doa penulis ini.

Sumber:

No comments:

Post a Comment